image 32

Tetes Tebu

Tetes tebu sebagai produk unggulan non pangan. Kami terus menghadirkan tetes tebu sebagai pakan unggulan untuk ternak Anda.

Bagikan Produk:

Molase atau tetes tebu adalah sejenis sirup limbah sisa dari proses pengkristalan gula pasir. Molase tidak dikristalkan karena mengandung glukosa dan fruktosa yang tidak dikristalkan lagi. Tetes tebu sangat dibutuhkan untuk industri peternakan dan pertanian.

Tetes tebu sering dimanfaatkan sebagai bahan campuran pakan/ minum ternak, bahan campuran jamu ternak, untuk fermentasi pakan dan kotoran ternak, bahan industri kimia, bahan industri energi etanol, bahan industri konstruksi dan bahan baku industri pangan.

Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan gula kristal adalah tebu (Sacharum Officinarum) yang dapat tumbuh di daerah sawah, lahan, daerah beriklim tropis, dan subtropis. Tanaman tebu yang akan diproses adalah bagian batang yang mengandung gula (Sukrosa). Nilai rendemen tebu merupakan faktor penting dalam pembuatan gula. Semakin besar rendemen, maka semakin banyak gula yang dihasilkan.

Faktor-faktor yang memengaruhi rendeman tebu adalah kondisi tanah, iklim, curah hujan, ketinggian tempat, varietas, pemeliharaan tanaman, pengangkutan, dan penanganan sebelum giling.

Tanaman tebu diklasifikasikan sebagai:

  • Family: Gramineae
  • Sub Family: Andropagane
  • Genus: Saccharum
  • Species: Saccharum Officinarum

Gula sukrosa merupakan karbohidrat yang termasuk disakarida. Sukrosa dihasilkan dari sintesa biokimia antara 2 buah monosakarida yaitu D-Glukosa dan D-Fruktosa.

Monosakarida pembentuk sukrosa tersebut dihasilkan dari proses fotosintesis gas CO2 dan H20 dengan bantuan sinar matahari. Pengawan dan persediaan bahan baku ditangani oleh bagian tanaman seksi tebang angkut.

Untuk mengontrol mutu tebangan, pabrik menetapkan bahwa tebu yang boleh masuk untuk digiling harus memenuhi syarat MBS:

  1. M : Manis, tebu harus sudah masak atau tua.
  2. B : Bersih, hasil tebang yang dikirim ke pabrik harus bersih dari kotoran (Slamper, pucukan, akar, tanah dan lain-lain).
  3. S : Segar, jangka waktu tebu tertebang sampai masuk gilingan kurang dari 36 jam.

Tetes tebu adalah cairan manis yang dihasilkan dari pohon tebu. Proses pembuatannya bisa melibatkan beberapa tahapan, bergantung pada cara ekstraksi dan pengolahan yang ingin dilakukan. Berikut adalah proses pembuatan tetes tebu:

  1. Pemilihan Tebu: Melakukan pemilihan tebu yang segar dan berkualitas baik, dengan usia tebu yang masih muda.

  2. Pemerasan Tebu: Proses awal dalam membuat tetes tebu adalah memeras tebu. Proses pemerasan menggunakan mesin pemeras tebu untuk memudahkan proses ini. Potong tebu menjadi potongan-potongan kecil dan masukkan ke dalam mesin pemeras. Tekan tebu hingga cairan manisnya keluar.

  3. Penyaringan Cairan: Setelah memeras tebu, saring cairan tebu menggunakan kain bersih atau saringan halus untuk memisahkan ampas dari cairan tebu yang sudah dihasilkan.

  4. Perebusan: Setelah cairan tebu disaring, masukkan ke dalam panci dan panaskan di atas api sedang. Biarkan cairan tersebut mendidih dan terus diaduk sesekali. Proses perebusan ini bertujuan untuk mengurangi jumlah air dalam cairan tebu dan membuatnya lebih kental.

  5. Pengeringan: Setelah cairan tebu telah mengental, fase berikutnya bisa mengeringkannya lebih lanjut untuk membuat tetes tebu yang lebih kental dan pekat. Masukkan cairan tebu ke dalam panci yang bersih dan biarkan mendidih lagi dengan api kecil. Biarkan cairan tersebut mengental tanpa ditutupi sehingga airnya menguap.

  6. Pengemasan: Setelah tetes tebu sudah mencapai konsistensi yang diinginkan, matikan api dan biarkan cairan tersebut mendingin. Kemudian, tuangkan tetes tebu ke dalam wadah atau botol kaca yang bersih dan kering. Pastikan wadah atau botol tersebut memiliki penutup yang rapat untuk menjaga kebersihan dan kesegaran tetes tebu.

  7. Penyimpanan: Simpan tetes tebu di tempat yang sejuk dan gelap untuk menjaga kualitasnya. Tetes tebu yang disimpan dengan baik dapat bertahan cukup lama.

PT Kebon Agung telah menyesuaikan proses penanganan limbah untuk tetes tebu. Berikut ada hasil proses penanganan yang dilakukan. 

1. Limbah Cair

Limbah cair berasal dari:

a. Larutan gula dari pipa-pipa yang langsung masuk ke selokan.

  • Terbawa minyak pelumas atau bahan baker dari air buangan.
  • Air cucian evaporator.
  • Air injeksi kondensor.
  • Air pembersihan ketel.
  • Air pendingin ketel.
  • Air pendingin mesin pabrik.

Limbah cair yang memasuki lingkungan sekitar pabrik diupayakan memenuhi baku mutu air buangan industri sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kadar polutan bahan organic yang diukur dengan menggunakan parameter BOD dan COD dapat diturunkan hingga memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan. BOD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk menstabilkan bahan organic selama aktivitas bakteri aerob berlangsung. Bila nilai BOD rendah maka pencemaran rendah, sehingga kebutuhan oksigen rendah. COD merupakan jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan organic dalam air secara kimia. Apabila COD rendah maka pencemaran limbah tersebut rendah. Penanganan limbah cair dilakukan secara terpadu artinya dilakukan secara eksternal dan internal.

a. Penanganan Internal

  • Minimalisasi limbah
  • Pemisahan air berpolutan
  • Pencegahan masuknya polutan padat ke dalam air
  • Daur ulang polutan yang bisa diproses
  • Mengganti penggunaan Pb asetat dengan A1 sulfat pada analisis gula

b. Penanganan Eksternal
Melewatkan air berpolutan melalui UPLC, dengan menjaga agar jumlah limbah sekecil mungkin dan kadar polutan sekecil mungkin diharapkan tidak akan mencemari lingkungan. Sistem UPLC (Unit Pengolahan Limbah Cair) UPLC bekerja secara biologis dengan aerasi lanjut (SAL/PSUL 93-3) pada system ini bahan organic sebagai polutan akan didegradasi dan diurai oleh mikroba menjadi CO2 + H20 + eneergi dengan bantuan oksigen.

Pertanyaan yang Sering diajukan

Untuk saat ini, kami hanya memasarkan produk untuk target pasar di wilayah Indonesia saja. Apabila terdapat proses pemesanan produksi untuk negara lain, silakan menghubungi tim marketing kami.

Proses pemesanan dapat dilakukan dengan cara mengisi formulir yang tersedia pada halaman kontak website. Silakan tunggu pesan balasan dari tim kami.

Terkait dengan proses distribusi gula, kami dapat menyediakan beberapa armada untuk membantu distribusi produk kepada konsumen dan mitra bisnis.

Tidak ada batasan minimal pembelian untuk setiap produk yang kami tawarkan, selama persediaan stok dari gudang kami masih tersedia.

Estimasi waktu proses produksi hingga pengiriman gula dari perusahaan akan menargetkan sesuai dengan berapa banyak tebu yang diolah, serta lokasi pengiriman gula hingga menuju pabrik atau konsumen.